MIE COMBOR KRAKSAAN

Berdasarkan kegiatan analisa dan validasi yang telah dilaksanakan, Mie Combor Kraksaan menunjukkan keterkaitan yang kuat antara karakteristik produk dengan faktor geografis wilayah asalnya. Potensi Mie Combor Kraksaan untuk diajukan sebagai Produk Indikasi Geografis (IG) Kabupaten Probolinggo dapat dinyatakan layak dengan dasar karakteristik historis, proses produksi tradisional, dan pengakuan publik terhadap produk tersebut.

1. Sejarah dan Reputasi Produk
Mie Combor merupakan kuliner khas yang mulai dikenal di wilayah Kecamatan Kraksaan sejak pertengahan abad ke-20 dan telah diwariskan secara turun-temurun hingga mencapai generasi keempat keluarga pengelola. Produk ini mulai dikenal sejak sekitar tahun 1946 dan awalnya dijajakan oleh pedagang keliling dengan pikulan sebelum berkembang menjadi usaha warung tetap di pusat kota Kraksaan. Reputasi tersebut telah tertanam kuat di masyarakat dan menjadi bagian dari identitas kuliner Kraksaan serta dikenali oleh konsumen lokal dan dari luar daerah.

2. Nama Produk dan Kaitan Wilayah
Istilah “Combor” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “berkuah banyak”, menggambarkan salah satu ciri utama produk ini, yakni kuah yang melimpah dalam penyajiannya. Nama produk ini secara langsung mencerminkan karakteristik sajian yang unik dan mudah diidentifikasi oleh masyarakat sebagai ciri khas Kraksaan.

3. Karakteristik Fisik dan Bahan Utama
Karakteristik Mie Combor Kraksaan mencakup susunan bahan utama dan pelengkap yang secara konsisten digunakan dalam penyajiannya:

  • Mie kuning sebagai basis utama.
  • Tauge (kecambah) sebagai elemen khas yang menambah tekstur dan nutrisi.
  • Irisan ayam kampung sebagai sumber protein lokal.
  • Telur asin sebagai pelengkap yang memberikan rasa dan ciri khas khas rasa kuliner lokal.
    Komposisi dan kombinasi elemen ini merupakan kekhasan produk yang tidak identik dengan mie rebus atau mie kuah dari daerah lain.

4. Proses Produksi dan Teknik Tradisional
Proses pengolahan Mie Combor Kraksaan masih mempertahankan teknik tradisional, khususnya pemasakan menggunakan arang. Teknik ini dinilai memberikan aroma dan cita rasa autentik yang berbeda dibandingkan bila menggunakan sumber panas modern seperti kompor gas atau listrik. Teknik memasak tradisional ini menjadi bagian dari unsur budaya produksi yang diwariskan secara turun-temurun.

5. Ciri Rasa dan Pengakuan Pasar
Secara organoleptik, Mie Combor Kraksaan dikenal dengan kuah yang melimpah, aroma khas dari proses memasak dengan arang, serta sensasi rasa yang gurih dan otentik. Produk ini sering dikonsumsi pada waktu malam hari dan menjadi pilihan kuliner legendaris di wilayah Kraksaan. Keunikan rasa dan pengalaman konsumsi ini diakui oleh warga lokal maupun pelancong yang berkunjung ke Kabupaten Probolinggo.

6. Konsistensi dan Identitas Budaya
Validasi sosial budaya menunjukkan bahwa Mie Combor Kraksaan tidak hanya sekadar produk kuliner, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya wilayah. Keberadaannya pada waktu malam hari sebagai hidangan khas setempat mencerminkan keterikatan sosial dan pemaknaan budaya makanan dalam kehidupan masyarakat Kraksaan.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa dan validasi di atas, Mie Combor Kraksaan memenuhi syarat substantif untuk diusulkan sebagai Produk Indikasi Geografis Kabupaten Probolinggo. Produk ini menunjukkan hubungan kausal yang kuat antara ciri khas produk dengan wilayah asalnya, baik dari aspek sejarah, proses produksi tradisional, komposisi bahan, maupun reputasi publik. Penetapan Indikasi Geografis diharapkan dapat memberikan perlindungan hukum, meningkatkan nilai ekonomi lokal, serta memperkuat pelestarian warisan budaya kuliner di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *