KOLAGEN SISIK IKAN (SHAANY COLLAGEN)

I. Latar Belakang dan Reputasi Produk
Kolagen Sisik Ikan Bimo, yang dipasarkan dengan merek dagang Shaany Collagen, merupakan produk inovatif yang dikembangkan oleh pelaku usaha lokal CV. Shaany Inovasi Berkah di Desa Bimo, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Produk ini lahir dari pengolahan limbah sisik ikan laut menjadi produk bernilai ekonomi tinggi berupa kapsul suplemen kulit, minuman serbuk kolagen, serta produk cemilan sehat berbasis kolagen. Produk ini telah mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah melalui peresmian laboratorium khusus untuk pengembangan bahan baku alam lokal, serta mulai dikenal di pasar regional dan nasional.

II. Kaitan Karakteristik Produk dengan Wilayah
Kolagen Sisik Ikan Bimo memiliki keterkaitan yang signifikan dengan kondisi geografis wilayah pesisir Kabupaten Probolinggo:

  1. Sumber Bahan Baku Lokal: Bahan baku utama — sisik ikan laut — diperoleh dari limbah hasil tangkapan dan pengolahan ikan di wilayah pesisir Kabupaten Probolinggo. Ketersediaan limbah sisik ikan ini secara langsung dipengaruhi oleh kondisi geografis pesisir dan aktivitas perikanan setempat, sehingga menjadi sumber daya alam lokal yang khas.
  2. Pemanfaatan Limbah sebagai Ciri Produk: Praktik pemanfaatan limbah sisik ikan sebagai sumber kolagen adalah proses kreatif yang berkembang di lingkungan lokal Desa Bimo, dan mencerminkan strategi adaptasi masyarakat pesisir terhadap sumber daya yang tersedia. Proses ini tidak hanya menghasilkan produk bernilai tambah, tetapi juga menjadi bagian dari identitas inovasi lokal berbasis wilayah.

III. Karakteristik Produk
Produk Shaany Collagen memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Kolagen alami berkualitas tinggi, dihasilkan melalui proses ekstraksi sisik ikan yang mengandung protein kolagen dalam kadar tinggi;
  • Bentuk produk beragam, mencakup minuman serbuk kolagen, kapsul suplemen kulit, dan produk cemilan sehat berbasis kolagen yang dihasilkan dari sisa ekstraksi;
  • Komitmen pada bahan alami dan ramah lingkungan, mengurangi limbah perikanan dan mendukung keberlanjutan sumber daya laut;
  • Nilai tambah kesehatan dan estetika, fungsi kolagen yang secara luas dikenal memberi manfaat bagi kesehatan kulit, elastisitas, dan regenerasi jaringan kulit.

Kombinasi karakteristik ini membedakan Shaany Collagen dengan produk kolagen lain yang menggunakan bahan sintetis atau impor, karena kolagen ini bersumber langsung dari bahan baku lokal yang memiliki nilai ekonomi dan identitas spesifik wilayah asalnya.

IV. Proses Produksi dan Human Factor
Proses produksi Shaany Collagen dilakukan oleh pelaku usaha lokal yang memiliki kompetensi teknis dalam ekstraksi kolagen dari sisik ikan. Inovasi ini bertumpu pada pengetahuan dan keterampilan lokal yang berkembang dari riset awal hingga produksi komersial. Proses ini melibatkan pemberdayaan tenaga kerja lokal, termasuk ibu rumah tangga dalam tahapan pengolahan bahan mentah menjadi produk jadi. Interaksi antara sumber daya alam lokal dan keterampilan manusia setempat menunjukkan hubungan antara kualitas produk dengan faktor manusia yang khas di wilayah produksi.

V. Reputasi dan Penerimaan Pasar
Produk Shaany Collagen telah mendapat pengakuan di tingkat lokal dan mulai dikenal di tingkat nasional sebagai inovasi berbasis bahan baku lokal yang ramah lingkungan. Reputasi produk terus berkembang melalui dukungan pemerintah daerah dan dukungan riset, serta potensi akses pemasaran yang lebih luas. Keberhasilan produk ini dalam menciptakan nilai ekonomi dari limbah lokal menunjukkan dampak sosial-ekonomi yang positif terhadap perkembangan industri kecantikan dan kesehatan setempat.

VI. Kelayakan Indikasi Geografis
Berdasarkan hasil analisa, Kolagen Sisik Ikan Bimo (Shaany Collagen) menunjukkan ciri-ciri substantif yang mendukung pengajuan Indikasi Geografis (IG):

  1. Hubungan kausal antara karakter produk dengan wilayah geografis asalnya, yaitu bahan baku sisik ikan yang bersumber dari wilayah pesisir Kabupaten Probolinggo;
  2. Keterkaitan komposisi dan teknik produksi dengan pengetahuan lokal, sehingga karakter dan kualitas produk tidak mudah ditiru secara identik di luar wilayah;
  3. Reputasi dan pengakuan publik terhadap produk sebagai inovasi khas lokal, yang memberikan nilai tambah dan identitas bagi Kabupaten Probolinggo.

Dengan demikian, produk ini memiliki dasar yang kuat untuk dipertimbangkan dalam pengajuan IG, yang diharapkan dapat memberikan perlindungan hukum, memperkuat nilai ekonomi lokal, serta memperluas jangkauan pemasaran produk melalui pengakuan formal atas keterkaitan geografisnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *